matahari terbit milik kita
kau tuntun aku dikesunyian, kegelapan.
mulanya aku enggan, aku takut pada temaram.
bagaimana kalau aku jatuh dan terjungkal curam?
lalu kamu bilang, "aku mencintaimu, tidak mungkin aku membiarkanmu terluka. percayalah, aku kan menjagamu. menuntunmu kearah matahari terbit.percayalah, tidak akan ada yang mampu menyakitimu selama kau masih bersamaku, karena setiap kali kamu terluka akulah yang paling pertama merasa sakit".
lalu setengah ragu kuanggukkan kepala mengikutimu.
kau genggam tanganku, erat. tapi kemudian kamu bilang, "jangan berada dibelakangku, karena aku tak selalu bisa memimpinmu. jangan berjalan didepanku karena aku belum tentu bisa mengikuti langkahmu. tapi tetaplah disisiku dan kita akan berjalan kearah yang sama".
kini giliran aku yang mempererat genggamanku ketanganmu. mengangguk penuh kepastian.
kamu bilang, "kita akan melalui jalan yang penuh duri dan terjal. banyak lubang dan kerikil tajam. semak belukar dan badai. juga gelap. tapi percayalah, semua itu akan menjadikan kita pribadi yang lebih kuat. didepan sana akan ada matahari terbit yang sangat indah, yang akan menebus semua peluh dan luka kita. dan setelah kita berada disana, ditingkat tertinggi kehidupan kita, dibawah matahari yang hangat. kita akan melihat dunia dengan pandagan yang lebih luas. dengan segala keindahan yang terlukis jelas. tanpa cacat. itu janjiku".
aku hanya bisa mengangguk pasti, tersenyum lalu meneteskan airmata. kupercayakan semua padamu.
mulanya aku enggan, aku takut pada temaram.
bagaimana kalau aku jatuh dan terjungkal curam?
lalu kamu bilang, "aku mencintaimu, tidak mungkin aku membiarkanmu terluka. percayalah, aku kan menjagamu. menuntunmu kearah matahari terbit.percayalah, tidak akan ada yang mampu menyakitimu selama kau masih bersamaku, karena setiap kali kamu terluka akulah yang paling pertama merasa sakit".
lalu setengah ragu kuanggukkan kepala mengikutimu.
kau genggam tanganku, erat. tapi kemudian kamu bilang, "jangan berada dibelakangku, karena aku tak selalu bisa memimpinmu. jangan berjalan didepanku karena aku belum tentu bisa mengikuti langkahmu. tapi tetaplah disisiku dan kita akan berjalan kearah yang sama".
kini giliran aku yang mempererat genggamanku ketanganmu. mengangguk penuh kepastian.
kamu bilang, "kita akan melalui jalan yang penuh duri dan terjal. banyak lubang dan kerikil tajam. semak belukar dan badai. juga gelap. tapi percayalah, semua itu akan menjadikan kita pribadi yang lebih kuat. didepan sana akan ada matahari terbit yang sangat indah, yang akan menebus semua peluh dan luka kita. dan setelah kita berada disana, ditingkat tertinggi kehidupan kita, dibawah matahari yang hangat. kita akan melihat dunia dengan pandagan yang lebih luas. dengan segala keindahan yang terlukis jelas. tanpa cacat. itu janjiku".
aku hanya bisa mengangguk pasti, tersenyum lalu meneteskan airmata. kupercayakan semua padamu.






0 komentar