22 KU YANG "TERLALU" :)
Senja masih menuntunku menuju 22-ku, sore ini tepat pukul 18:20 alarm kalender handphoneku berdering, ya ini 2 bulan kita-aku dan sebatang coklat Cadbury Dairy Milk yang belakangan kusebut "bakteri-sama sepertimu, pemberi batangan coklat ini 2 bulan yang lalu diujung senja digerbang kamar kostku.
Sialnya aku masih menyimpannya, puingan kenangan yang menusuk seperti puluhan tusuk sate, masih disenja yang sama.
2 bulan ini, bukanya aku tak mencoba. aku terus menampar hatiku agar bersedia membencimu, malaikatku. kau terlalu suci untuk kucaci dengan sebutan bakteri, seperti yang terucap dr mulutku selama ini, setelah senja itu. aku terlalu keras membenci setiap kali mereka menyebutmu didepanku, apalagi sampai bercerita tentang wanita busuk yang puji setinggi langit.
Sesungguhnya ingin sekali aku berlari dan coba memakimu, tapi apa? lagi-lagi aku hanya diam. diam selama mungkin menikmati serpihan luka yang masih basah, hendak lagi kau siram cuka, ha?
Terkadang, waktu tidak benar-benar menyembuhkan sakit dari luka. ada kalanya dia hanya membuat kita terbiasa.
iya, pelan-pelan sakit ini "terlihat" hilang, tentu saja tidak sungguhan. untung saja hati itu letaknya jauh didalam, jadi ketika luka lebam babak-belur seperti ini tidak akan ada mata kepala yang mampu tembus melihatnya. hahahah aku cerdas!





0 komentar